Bagaimanaperasaanmu saat menggunakan produk dalam negeri? - 24827950 Rayyarajwa123 Rayyarajwa123 10.10.2019 PPKn Perasaan lu gimana woy waktu pakai produk dalam negeri bangga, senang atau gimana bukan menggunakan produk dalam negeri dengan baik itu cara menjaga nya kalau perasaan itu senang kek atau bangga gitu Iklan Iklan Berikutlima alasan mengapa kita harus cinta produk Indonesia. 1. Meningkatkan Perekonomian dan Pendapatan Negara. Memutuskan untuk membeli dan menggunakan produk lokal Indonesia berarti telah membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan meningkatnya omzet penjualan para pengusaha dalam negeri, maka secara otomatis akan menambah Ditengah menjamurnya produk lokal di Indonesia, terutama di bidang fesyen dan kecantikan, sayangnya mayoritas konsumen masih lebih memilih untuk tetap membeli dan menggunakan produk dari luar negeri, Be-emers. Ada beberapa alasan yang mendasari preferensi konsumen antara produk lokal dengan produk asing, beberapa di antaranya adalah: MencintaiProduk dalam Negeri Bukti Nasionalisme Kebangsaan. Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik. Indonesia merupakan Negara dengan banyak ragam tradisi dan budaya serta dikenal dengan kekayaan alam dari Sabang hingga Merauke. Kekayaan alam dan budaya tersebut itulah yang harus dicintai bangsa indonesia agar tetap terjaga dan diwarisi Berikut5 tip agar kamu eksis sebagai supporter produk lokal / dalam negeri. 1. Masukan produk lokal dalam list belanja kebutuhan pribadi. Barangkali soal harga, produk lokal masih lebih mahal dari barang - barang impor dari Cina, seperti sepatu, tas, pakaian wanita/pria. Tidak ada salahnya dengan bijak menyeleksi barang - barang kebutuhan 308rzF. 6 Alasan Mengapa Kita Harus Cinta Produk Indonesia – Dari zaman dahulu hingga sekarang, kita pasti pernah mendengar jargon untuk mencintai produk Indonesia atau produk dalam negeri. Memang, dari zaman pemerintahan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, konsep cinta produk dalam negeri sudah digaungkan. Tidak lama setelah kemerdekaan Indonesia, produk-produk dari luar negeri mulai bermunculan. Pada sekitar tahun 1950-an, berbagai produk impor muncul untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun perkantoran. Dalam buku Jakarta 1950-1970 2018, Firman Lubis menuliskan bahwa, pada tahun 1950-an, lemari es sudah dikenal di Jakarta. Lemari es tersebut merupakan produk impor hasil produksi General Elecric merek Frigidaire yang berasal dari Amerika Serikat. Pada tahun 1950-an juga, muncul produk impor berupa radio bertenaga listrik yang berbentuk kotak dan berukuran besar, yang diimpor dari Belanda, Amerika Serikat, dan Jerman. Namun, pada akhir tahun 1950, Indonesia juga mulai untuk memproduksi radio bertenaga baterai yang disebut sebagai radio transistor, yang diproduksi oleh Nasional Gobel. Pada tahun yang sama juga jalan-jalan di Jakarta dipenuhi oleh berbagai mobil buatan Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dan Italia. Baru pada tahun 1960-an, masa Orde Baru, produk-produk produksi dari Jepang mulai marak ditemukan, seperti mobil, peralatan rumah tangga, dan lain sebagainya. Melihat maraknya produk impor dari luar negeri yang merajalela di Indonesia, membuat Bung Karno yang menjabat sebagai presiden saat itu menggaungkan konsep cinta produk dalam negeri. Presiden Soekarno menggaungkan gelora cinta produk dalam negeri dengan konsep berdikari, yakni berdiri di atas kaki sendiri. Bung Karno terus menerus menanamkan konsep berdikari kepada seluruh rakyat Indonesia. Ketika ia memiliki tugas di berbagai daerah di Indonesia, ia selalu menghimbau para warga di sana untuk berdikari. Dalam buku Kesaksian tentang Bung Karno, 1945-1967 1999 yang ditulis oleh ajudan Bung Karno, Mangil Matowidjojo diketahui bahwa Bung Karno selalu menyelipkan himbauan mengenai konsep berdikari dalam pidato yang dibawakannya. Salah satu contoh perkataan Bung Karno, “Negara itu dapat mentereng karena hidup dari bantuan atau pertolongan uang yang diberikan negara lain kepadanya. Negara yang seperti itu, suatu saat nanti akan hancur lebur ketika tidak menerima bantuan dari negara lain lagi”. Bung Karno dalam kesempatan itu ingin mengajarkan rakyat Indonesia untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri, bergantung pada diri sendiri, dan dapat menolong diri sendiri. Konsep berdiri di atas kaki sendiri yang dicetuskan Bung Karno, bertujuan agar Bangsa Indonesia tidak bergantung kepada negara lain. “Berdiri di atas kaki sendiri, percaya pada kekuatan sendiri, jangan mengemis-ngemis,” ucap Presiden Soekarno yang dikutip oleh Mangil dari salah satu pidatonya. Ketika pemerintahan sudah jatuh ke tangan Soeharto pun, anjuran untuk mencintai produk dalam negeri masih terus digaungkan. Dalam buku Soeharto Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya 1989 yang ditulis oleh G. Dwipayana dan Ramadhan KH, dituliskan bahwa Soeharto bangga ketika pembukaan pameran produksi Indonesia pada tahun 1985, berhasil digelar di lapangan Monumen Nasional Monas, Jakarta. Soeharto mengucapkan, “Pameran itu menjadi gambaran akan diri kita sendiri dan kemampuan kita sendiri, setelah kita berdiri sebagai sebuah bangsa selama 40 tahun. Dalam pameran itu kita bisa lihat, apa yang dapat kita produksi sendiri, termasuk produksi jasa, hasil penelitian, rancangan bangunan, dan perekayasaan”. Soeharto juga sampai membentuk Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Kabinet Pembangunan IV 1983-1988, yang saat itu posisinya ditempati oleh Ginandjar Kartasasmita, guna mendorong masyarakat Indonesia dapat mencintai produk milik Indonesia. Soeharto terus menggaungkan anjuran cinta kepada produk dalam negeri hingga menjelang era perdagangan bebas yang akan diberlakukan pada tahun 2000. Era perdagangan bebas memungkinkan produk asing untuk merajalela di negeri ini. Maka itu, pada 10 Desember 1995, Soeharto sempat menyatakan keraguannya untuk memberlakukan sistem perdagangan bebas ini, di depan 150 peserta Musyawarah Nasional Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia PRSSNI di Tapos, Bogor, Jawa Barat. Ia berpendapat bahwa jika masyarakat tidak bisa mencintai produk buatan Indonesia, maka tingkat pengangguran akan meningkat dan memungkinkan industri untuk tutup. Namun, pada akhirnya perdagangan bebas akan tetap terjadi, dan kita pasti mampu untuk menghindari skenario terburuk yang mungkin terjadi. Maka itu, Soeharto berusaha lebih kuat untuk menggaungkan konsep cinta produk buatan dalam negeri dengan cara propaganda melalui siaran radio. Salah satu bentuknya, yaitu dengan membuat dan menyiarkan program khusus untuk anak-anak, yang memuat pesan untuk mencintai produk buatan Indonesia. Soeharto mengatakan, “Anak-anak balita pada zaman ini, akhirnya pada tahun 2020 akan menjadi dewasa. Maka itu, hendaknya dari sekarang mereka ditanamkan prinsip untuk mencintai produk dalam negeri,” Ajakan mencintai produk dalam negeri terus dilanjutkan oleh presiden-presiden selanjutnya. Seperti pada masa pemerintahan SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono, ajakan untuk cinta produk buatan Indonesia diwujudkan dalam sebuah slogan, yakni “100% Cinta Indonesia”. Presiden SBY membuat sebuah kampanye yang mempromosikan produk buatan Indonesia. SBY menyatakan bahwa tujuan kampanye “100% Cinta Indonesia” adalah untuk meningkatkan apresiasi terhadap produk dalam negeri, dan sebagai perwujudan akan rasa bangga menggunakan produk buatan Indonesia. SBY kemudian menganjurkan semua produk, perusahaan, dan merek dalam negeri untuk mencantumkan logo “100% Cinta Indonesia” pada kemasan produknya, materi promosi, dan juga iklan. Hingga era pemerintahan Presiden Joko Widodo pada masa sekarang ini, konsep cinta produk dalam negeri masih terus digaungkan. Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan tahun 2021, yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis 4 Maret 2021, meminta Kementerian Perdagangan Kemendag untuk membuat strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional. Salah satu strategi yang diusulkan Pak Jokowi adalah dengan mendukung program “Bangga Buatan Indonesia. Presiden Jokowi juga mengatakan untuk terus menggaungkan ajakan untuk mencintai produk buatan Indonesia. Bahkan, ia juga menyatakan untuk menggaungkan benci produk buatan luar negeri. Jadi, cinta produk buatan sendiri, tapi benci produk buatan luar negeri. Pak Jokowi menambahkan, ia berharap slogan cinta produk buatan dalam negeri dan benci produk luar negeri dapat membuat masyarakat Indonesia menjadi konsumen paling setia terhadap produk hasil buatan domestik. Sebab, Indonesia merupakan pasar yang potensial dengan jumlah penduduknya yang mencapai 270 juta orang. Mungkin di antara kalian ada yang memiliki pertanyaan tentang apa sebenarnya alasan konsep cinta produk dalam negeri ini terus digaungkan dari mulai masa kemerdekaan hingga masa sekarang ini? Mengapa kita harus cinta produk Indonesia? Berikut ini adalah penjelasannya. Alasan Mengapa Harus Cinta Produk Buatan Indonesia1. Turut Mendukung dan Mengembangkan UMKM Lokal2. Turut Membuka Lapangan Pekerjaan3. Produk Berkualitas dengan Harga yang Murah4. Meningkatkan Devisa dan Perekonomian Indonesia5. Membuat Produk Buatan Indonesia Semakin Dikenal Oleh Pasar Internasional6. Meningkatkan Jumlah Investasi di Indonesia5 Cara Mudah Mewujudkan Rasa Cinta Terhadap Produk IndonesiaRekoemendasi Buku & Artikel TerkaitBuku Best Seller NovelArtikel Terkait Rekomendasi Buku Self Improvement Siswanto dalam jurnalnya yang berjudul Mencintai Produk Dalam Negeri sebagai Manifestasi Bela Negara di Era Global 2017, menjelaskan bahwa salah satu bentuk perwujudan bela negara di era globalisasi saat ini, yaitu dengan mencintai produk dalam negeri. Dengan menggunakan produk buatan Indonesia, kita dapat mendukung bisnis lokal. Selain itu, kita juga akan membantu mengenalkan produk Indonesia ke masyarakat kita, untuk dapat bangga terhadap negeri ini, dan juga menggaungkan nama Indonesia melalui pasar internasional. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Indonesia memiliki jumlah penduduk mencapai 270 juta orang dan merupakan pasar yang potensial untuk menggunakan produk domestik. Jika masyarakat Indonesia memakai produk buatan lokal, mulai dari produk kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti baju, celana, alas kaki, peralatan makan, meja, aksesoris rumah, dan lain sebagainya, maka industri dalam negeri akan terus berkembang. Di bawah ini akan diuraikan 6 alasan utama mengapa kita harus mencintai produk buatan Indonesia. 1. Turut Mendukung dan Mengembangkan UMKM Lokal Dengan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, itu berarti kamu lebih memilih dan mendukung produk yang diproduksi oleh usaha UMKM lokal atau perusahaan, dibanding produk buatan luar negeri. Membeli produk buatan lokal merupakan suatu bentuk nyata dalam membantu para UMKM dan pengusaha lokal untuk terus berkembang. Mencintai produk lokal berarti kamu membantu UMKM dan pengusaha dalam negeri untuk dapat berkreasi menciptakan ide baru dan berinovasi, sehingga produk yang mereka produksi semakin baik dan usaha mereka berkembang. Maka itu, hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa harus mencintai produk buatan Indonesia. 2. Turut Membuka Lapangan Pekerjaan Tak bisa dipungkiri, tingkat pengangguran di negeri ini terbilang cukup tinggi. Bahkan, mereka yang memiliki pendidikan tinggi pun belum menjadi jaminan untuk dapat memperoleh pekerjaan. Banyak di luar sana pengangguran yang memiliki gelar pendidikan tinggi. Salah satu langkah sederhana untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan membeli produk buatan lokal. Jika kita sering menggunakan produk buatan dalam negeri, maka para bisnis atau brand lokal akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk dapat memproduksi produk yang berkualitas. Dari situ, maka lapangan pekerjaan yang tersedia akan semakin banyak pula. Lalu, tingkat pengangguran dan angka kemiskinan di Indonesia akan berkurang. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan mengapa kita harus mencintai produk lokal, karena gerakan kecil yang kita lakukan ternyata dapat membantu banyak orang dan negeri ini untuk mencapai kesejahteraan. 3. Produk Berkualitas dengan Harga yang Murah Kualitas barang hasil produksi pengusaha dan UMKM dalam negeri tidak perlu diragukan lagi. Mungkin di antara kalian juga sudah banyak yang mengetahui dan menyadari bahwa kualitas produk lokal saat ini sangat baik, sehingga dapat disandingkan dengan produk buatan luar negeri. Bahkan tak jarang produk lokal yang kualitasnya lebih baik dibanding produk internasional. Hal ini juga telah dibuktikan oleh beberapa merek yang mampu bersaing dan unggul di pasar internasional. Meski kualitas produknya yang tinggi, kita juga mengetahui bahwa harga produk buatan lokal jauh lebih ekonomis, bahkan relatif murah. Maka itu, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa kamu harus mencintai produk buatan dalam negeri, karena kamu bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang murah. 4. Meningkatkan Devisa dan Perekonomian Indonesia Devisa adalah alat pembayaran negara yang digunakan dalam lingkup internasional. Tingkat stabilitas ekonomi suatu negara ditentukan oleh banyaknya devisa yang dimiliki negara tersebut. Semakin tinggi cadangan devisa negara, maka akan semakin tinggi juga tingkat stabilitas ekonomi dalam negara itu. Dari pengertian dasarnya saja, dapat dilihat bahwa devisa memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keutuhan negara. Jika kita memutuskan untuk membeli dan menggunakan produk buatan Indonesia, itu berarti kita telah membantu meningkatkan pendapatan dan devisa negara. Hal ini juga berarti bahwa kita ikut serta dalam menumbuhkan ekonomi nasional. Maka itu, hal ini dapat menjadi salah satu alasan mengapa kita harus mencintai produk dalam negeri, karena gerakan sederhana yang kita lakukan ternyata dapat memajukan perekonomian negara. 5. Membuat Produk Buatan Indonesia Semakin Dikenal Oleh Pasar Internasional Jika kita mendukung dan memakai produk lokal buatan Indonesia, maka kita akan membantu produsen produk tersebut untuk semakin dikenal dan akhirnya mendapatkan banyak permintaan. Dengan meningkatnya permintaan produk, para pengusaha domestik memiliki peluang untuk mengembangkan bisnisnya dan produktif untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Produk lokal yang berkualitas memungkinkan produk tersebut untuk dapat menembus pasar internasional dan mampu bersaing di pasar global. Produk lokal yang berkualitas akhirnya juga dapat dikenal oleh masyarakat global dan mengharumkan nama Indonesia. 6. Meningkatkan Jumlah Investasi di Indonesia Dengan kualitas produk lokal yang semakin baik, produk buatan dalam negeri akan semakin dikenal masyarakat dalam negeri dan juga luar negeri. Hal ini kemudian dapat mendatangkan kesempatan, yakni kesempatan bagi para investor yang ingin menanamkan modal pada usaha dalam negeri. Ketika produk dalam negeri semakin dilirik dan dikenal oleh para investor, maka akan terdapat banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan pengusaha dalam negeri. Salah satu contohnya, yakni para pengusaha dalam negeri dapat memperluas sumber dana, menambah penghasilan, dan masih banyak lainnya. Kehadiran para investor yang berinvestasi menanamkan modal pada usaha dalam negeri juga kemudian akan membantu meningkatkan pendapatan per kapita. Lalu, meningkatnya Produk Domestik Bruto PDB per kapita akan memajukan perekonomian Indonesia secara otomatis. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan mengapa kita harus cinta produk buatan Indonesia. Nah, sekarang Grameds sudah mengetahui kan jawaban atas pertanyaan Mengapa kita harus mencintai produk dalam negeri?’. Lalu, bagaimana ya caranya untuk membuktikan rasa cinta kita terhadap produk dalam negeri? Simak penjelasannya di bawah ini! 5 Cara Mudah Mewujudkan Rasa Cinta Terhadap Produk Indonesia Berikut ini beberapa cara sederhana yang bisa Grameds lakukan sebagai wujud mencintai produk buatan Indonesia. Mengajak keluarga atau sahabat untuk membeli dan menggunakan produk buatan Indonesia. Mencari tahu tentang berbagai produk lokal dan mencantumkannya ke dalam daftar belanja. Bergabung dengan komunitas yang menyediakan informasi mengenai berbagai produk lokal. Menggunakan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mengapresiasi produk lokal dengan cara menyebarkan pengetahuan tentang produk atau usaha lokal dan mempromosikannya di akun media sosial pribadi. Demikian penjelasan mengenai ajakan cinta produk lokal, alasan mengapa kita harus mencintai produk buatan Indonesia, dan 5 cara mudah mewujudkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri. Semoga informasi yang telah dipaparkan di atas dapat berguna bagi Grameds dan mendorong kalian untuk menumbuhkan rasa cinta kepada produk buatan Indonesia. Sebab, tidak ada lagi kan alasan untuk tidak mencintai produk lokal. Jika Grameds memiliki ketertarikan untuk mempelajari tentang produk Indonesia, kamu bisa mempelajarinya dengan membaca referensi-referensi yang ada di internet maupun buku yang bisa kamu dapatkan di Sebagai SahabatTanpaBatas, kami selalu berusaha untuk menyediakan informasi terbaik dan terbaru untuk kamu. Rekoemendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien - Jika kamu ingin membeli suatu barang, ada pilihan antara produk lokal dan produk luar negeri dengan kualitas yang sama, manakah yang kamu pilih? Produk lokal adalah hasil produksi dalam negeri atau biasa kamu lihat dengan label “made in Indonesia”. Apakah manfaat membeli dan memakai produk dalam negeri? Yuk kita simak penjelasannya di bawah ini! Meningkatkan lapangan kerja Membeli dan menggunakan produk dalam negeri dapat meningkatkan lapangan kerja di dalam negeri. Jika banyak produk yang dibeli, artinya permintaan produk tersebut akan meningkat. Untuk memenuhi permintaan yang banyak, produksi harus ditingkatkan dalam jumlah waktu yang tetap sehingga pekerja harus ditambah. Orang juga akan terdorong untuk membuka bisnis baru dalam memenuhi peningkatan permintaan barang. Hal ini membuka lapangan kerja baru di dalam negeri dan mengurangi tingkat pengangguran. Baca juga Jenis-Jenis Kegiatan Produksi Meningkatkan ekonomi dalam negeri Dilansir dari Center for Community Economic Development, saat uang dikeluarkan di dalam negeri membeli produk lokal maka uang tersebut akan bersirkulasi di dalam negeri dan meningkatkan aktivitas ekonomi dalam negeri. Hal ini berarti memberi produk lokal meningkatkan ekonomi dan juga menjaga bisnis lokal tetap hidup. Sedangkan jika membeli produk luar negeri, uang tersebut akan menuju luar negeri tanpa memberikan efek apa-apa bagi ekonomi lokal. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ekonomi dalam negeri yang meningkat juga bertambahnya lapangan pekerjaan, tentu saja meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam negeri. Adanya pekerjaan dan peluang bisnis meningkatkan pendapatan masyarakat dan juga mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi. Mengurangi angka kriminalitas Menggunakan dan membeli produk luar negeri sama dengan menyejahterakaan masyarakat. Dalam masyarakat yang sejahtera, angka kriminalitas akan menurun. Hal ini karena masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus melakukan kejahatan atau kriminalitas. Baca juga Apa itu Pasar Barang Konsumsi dan Produksi? Harga yang murah Produk dalam negeri cenderung memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan produk luar negeri yang dikenai oleh tariff bea masuk, pajak impor, dan dipengaruhi oleh kurs mata uang asing yang bisa lebih tinggi dari rupiah. halimatussa13 halimatussa13 IPS Sekolah Menengah Pertama terjawab Iklan Iklan shfrnjwa shfrnjwa JawabanSenang dan nyaman memakainya jawabnya di buku ku bangga di buku ku sih jawabannya bangga Iklan Iklan aekarahmawardani aekarahmawardani Jawabanmencintai produk dalam negeri dapat ditunjukkan dengan merasa bangga ketika memakainya jawabanya tepat banget kak Iklan Iklan Pertanyaan baru di IPS Sebut kan 5 macan irama yang kamu ketahui Tuliskan peninggalan peninggalan megalithik! soal ujian IPS kelas 8 semester 2 ​ Tuliskan tahap-tahap penambangan!Tugas Ips​ Rumah tangga konsumen mendapatkan laba dari Sebelumnya Berikutnya Iklan Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Alangkah banyak alasan untuk mencintai produksi dalam negeri dan sudah merupakan keharusan bagi warga negara untuk mencintai produk-produk dalam negeri sehingga produk dalam negeri bisa bersaing di kancah internasional. Namun, sebagian masyarakat Indonesia sering merasa lebih berkelas ketika memakai produk berlabel luar negeri. Pemerintah juga sudah menyerukan untuk selalu mencintai produk dalam negeri namun masih saja kesadaran masyarakat yang harus dihadapi saat ini yaitu ancaman. Begitu banyak aset negara berupa budaya dan produk lokal yang siap bersaing dalam sektor industri. Lantas masihkah tagline "Cinta Produksi Dalam Negeri" ada disanubari generasi terkini?.Kualitas produsen yang rendah akan berakibat pada rendah mutu atau kualitas produk barang maupun jasa yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena belum maksimal penerapan sebuah teknologi dalam proses produksi. Kebanyakan masyarakat hanya mengandalkan pengalaman saja tanpa diiringi penguasaan konsep dan teknologi yang membuat tidak maksimal proses produksi. Permasalahan selanjutnya dalam menjalankan proses produksi, pelaku usaha di tanah air selalu dibayangi masalah finansial atau pendanaan proses produksi. Padahal, untuk menyelesaikan masalah ini, Pemerintah telah memberi bantuan dengan mengucurkan dana usaha bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Namun, apakah bantuan-bantuan yang ditujukan kepada kalangan pengusaha kecil dan menengah itu sudah termanfaatkan dengan maksimal?. Jika tidak, secara tidak langsung keadaan ini mengganggu proses produksi yang membuat produsen lebih memilih untuk menekan biaya produksi hingga seminimal mungkin. Dua permasalahan klasik diatas merupakan sebagian kecil dari hambatan-hambatan yang membuat produk-produk dalam negeri menjadi lebih rendah mutunya jika dibanding dengan produk-produk yang diproduksi negara-negara maju. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi pelaku usaha nasional karena kita telah memasuki era ekonomi kreatfi di tahun 2018. Lalu, di tahun 2020 nanti diharapkan barang-barang produksi anak bangsa mampu menyaingi produk luar yang masuk ke Indonesia sehingga produk dalam negeri tetap menjadi tuan rumah di negeri pertanyaan pun timbul dalam benak ku. Mengapa sih kita perlu mencintai produk dalam negeri? Apa sih manfaatnya buat kita?. Semua pertanyaan tersebut terjawab dalam nangkring hari ini di Crematology Caf, Jakarta Selatan. Apalagi tema yang dibicarakan tentang Budayakan Cinta Produk Dalam Negeri, Berdayakan Pelaku Industri Dalam pembicara yang hadir begitu kompeten, ada Haris Munandar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Akhyari Hananto Founder & Editor in Chief Good News From Indonesia, dan Iwet Ramadhan Founder TIK, Jakarta Creative Hub, dan Penyiar Radio. Mereka menjelaskan secara gamblang bahwa fenomena yang terjadi yaitu konsumen Indonesia lebih senang membeli barang-barang impor sehingga yang akan memetik manfaat terbesar adalah produsen barang di luar negeri. Uang konsumen justru mengalir ke luar tanpa ada manfaat ekonomi ke dalam jika kita telusuri lebih lanjut, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh ketika kita sudah mencintai produk Indonesia, diantaranya 1. Produksi dalam negeri meningkat2. Menambah besar skala usaha dalam negeri3. Menambah jumlah investasi di Indonesia 1 2 3 Lihat Money Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonesia merupakan Negara dengan banyak ragam tradisi dan budaya serta dikenal dengan kekayaan alam dari Sabang hingga Merauke. Kekayaan alam dan budaya tersebut itulah yang harus dicintai bangsa indonesia agar tetap terjaga dan diwarisi semua generasi baik muda maupun lanjut usia. Segala jenis kerajinan tangan dan produk-produk hasil kekayaan alam di indonesia sangat bermanfaat dan patut dihargai seluruh rakyat Indonesia. Menghargai barang-barang hasil dari kekayaan alam negeri sendiri merupakan suatu kebanggaan yang seharusnya dapat disadari dan dilestarikan oleh seluruh rakyat di seluruh Indonesia agar nantinya dapat dikenal oleh Negara lain dan dapat mengharumkan Negara Indonesia. Salah satu yang sangat sering dilupakan oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia adalah bagaimana mencintai dan melestarikan kekayaan alam Indonesia dan segala jenis hal yang dihasilkan dari negeri ini. Hal yang selalu terlupakan pula oleh masyarakat Indonesia adalah bagaimana bertindak selayaknya menjadi bagian dari bangsa yang sangat kaya dengan keragaman yang indah serta dikenal oleh seluruh dunia. Kurangnya kesadaran yang ditanamkan oleh seluruh masyarakat Indonesia mengenai kekayaan alam Indonesia membuat masyarakat lebih condong memakai dan membanggakan produk-produk luar negeri. Hal tersebut jelas saja membuat semangat nasionalisme kebangsaan dalam diri masyarakat Indonesia perlahan-lahan luntur dan hilang terbawa zaman. Jika tetap dibiarkan seperti itu, budaya dan kekayaan yang bangsa kita miliki dapat hilang dengan mudah serta berkurangnya semangat nasionalisme yang seharusnya dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Menghargai dan mencintai produk dalam negeri merupakan salah satu wujud nyata dari rasa nasionalisme yang dimiliki oleh seseorang kepada bangsa dan negaranya. Hal tersebut harus diwujudkan oleh seluruh masyarakat Indonesia agar setiap dari kita dapat menyadari bahwa rasa cinta dan bangga terhadap tanah air dapat dibuktikan dari hal terkecil sekalipun. Membangkitkan rasa patriotisme dan nasionalisme kebangsaan tidak hanya dilakukan dengan hal-hal yang bersifat kaku dan idealis melainkan dengan kebanggaan terhadap hasil-hasil kekayaan dari seluruh Indonesia. Sikap tersebut sudah sangat mencerminkan nasionalisme kebangsaan yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia agar masyarakat dapat lebih mengenal bangsanya yang kaya dengan budaya dan hasil-hasil alam. Segala hal yang dihasilkan dari kekayaan alam Indonesia merupakan kebanggaan yang sangat mencolok sampai ke seluruh dunia. Yang perlu disadari oleh masyarakat Indonesia adalah hasil kekayaan alam Indonesia yang tidak kalah dengan hasil dari Negara lain. Barang dan produk yang Indonesia hasilkan mempunyai mutu dan kualitas bagus yang sudah diakui beberapa Negara di dunia karena memang merupakan hasil alami dari dalam negeri. Memakai dan mengembangkan produk dalam negeri merupakan wujud cinta terhadap tanah air dan salah satu cara meningkatkan rasa nasionalisme kebangsaan. Lihat Politik Selengkapnya

bagaimana perasaanmu saat menggunakan produk dalam negeri